Skip to main content

Suka-suka Allah

Banyak sekali event kehidupan yang selalu berganti dan selalu ada. Pernah tidak membayangkan sebenarnya apa tujuan Allah memberi itu semua? kenapa tidak lempeng-lempeng aja lalu meninggal?

Beberapa waktu lalu mendengar khutbah Jumat sang Khatib berkata intinya perihal jabatan, rizki, keturunan, harta, diberikan pada manusia atas kehendakNya, Tapi nikmat iman hanya diberikan pada hamba yang Dia sayangi. Beda ya? suka-suka Allah menjadikan kita beratribut apa saja di dunia tapi hanya yang beriman dan bertakwa yang Allah sayangi.

Ada yang dikasih jabatan tinggi di dunia, dibuat terkenal, harta melimpah, lalu katanya, "Ini usaha saya". Ada juga yang saling berebut, saling menjatuhkan untuk mendapat dunia karena merasa memilik hak. Saling menguasai dan seterusnya. Kalau tidak diberi ia bingung, kecewa, menyalahkan, intinya dia berhak mendapatkan. Padahal ya suka-suka Allah yang ngasih, tapi sampai segitunya. Ada yang tujuannya tidak penting tapi diributkan seakan penting misal tawuran antar pelajar sampai ada yang tewas.

Lalu ada yang diberi sama tapi membuat pemberian itu manfaat, berbagi, kebaikan dan semacamnya. Yang diberi sama tapi beda sikap. Kalaupun tidak diberi ya sudah kan emang suka-suka Allah. Lalu ia bersyukur. Indahnya perkara orang beriman :)

"Sungguh menakjubkan perkara orang yang beriman, karena segala perkaranya adalah baik. Jika ia mendapatkan kenikmatan, ia bersyukur karena (ia mengatahui) bahwa hal tersebut adalah memang baik baginya. Dan jika ia tertimpa musibah atau kesulitan, ia bersabar karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut adalah baik baginya." (HR. Muslim)


Comments

Followers