Skip to main content

Posts

Kikuk

"Hai.., boleh tanya?" ah terlalu biasa. 
"Hai.. gimana kabarnya? lagi sibukkah?" Hmm.. okesih.. tapi setelah itu tanya apalagi ya? Tanya tentang A sudah tau, tentang B sudah tau, tentang C juga sudah tau. Apa dicoba saja sekadar basa-basi? Ah tapi nanti terlihat pura-pura.
Ya.. begitulah tiga minggu berlalu Danu masih saja mencari cara membuka obrolan. Nasib seorang yang tak pernah mencoba mendekati wanita ya seperti itu, tak tau cara harus bagaimana. Lucunya dia bahkan sampai bertanya pada teman-temannya, lihat di mesin pencari, dan hal-hal lain yang tak biasa bagi pemuda seumuran dia. Bukan hal asing kok berkomunikasi dengan wanita pada umumnya, kalimat seperti "Oi.. dimana?" atau "posisi posisi.. monitor" dan semacamnya biasa terdengar kepada rekan kerjanya atau kawan-kawannya. Entahlah Danu ini sedang kenapa sebenarnya.
"Hai... Saya Danu, salam kenal"
Hahaha... Luar biasa memang. Akhirnya setelah semua usaha yang ia lakukan, deng…
Recent posts

Romantisme Pacaran

Perkara cinta itu memang ngeri. Bagi orang yang mengalami, ujiannya pada keputusan apa yang akan diambil apakah rasa takut kehilangan membuatnya tak bersabar lalu berpacaran. Atau mungkin bagi yang bisa menahan tak berpacaran, ujiannya pada bentuk pergaulan yang tanpa deklarasi pacaran pun ternyata sama juga aktivitasnya dengan pacaran.

Terlihat indah memang romantisme orang pacaran. Dan ini nih yang kepikiran dari dulu, barangkali bagi orang yang berusaha menjaga sampai halal tidak akan pernah merasakan romantisme serupa. Tidak akan pernah merasakan bagaimana mempertahankan seseorang, bagaimana rasanya usaha untuk mendekati orang yang disuka, perihal menanya kabar, saling peduli, antar-jemput, dsb yang semuanya selalu berusaha ditampilkan sebaik mungkin.
Bagaimana mau meniru, setelah menikah kemungkinan (*mungkin, karena saya belum merasakan :D) sudah hilang atau minimal berkurang rasa takut kehilangan. Bagi orang yang berpacaran mereka memiliki saingan banyak maka ada semacam usaha…

Resolusi 2017

Alhamdulillah akhirnya selesai juga resolusi 2017. Tahun 2016 berakhir seperti tahun-tahun sebelumnya banyak yang menuliskan tentang resolusi di media sosial, lalu terpikir kayaknya bakal asik nih kalau ikutan seperti mereka, membuat suatu target yang berbatas waktu. Yaaa.. itung-itung mengisi waktu daripada bosan dengan rutinitas yang sama, lalu buatlah Resolusi 2017 yaitu jalan-jalan ke Rinjani dan Wae Rebo yang sama sekali belum terpikirkan kapan dan bagaimana kesananya. Lalu kemudian baru berjalan setengah tahun Alhamdulillah sudah terpenuhi. Sebenernya salah satu tujuan itu saya pingin simpan nanti kalau sudah ada gandengan *oops*, tapi kayaknya gak pasti kapan jadi yasudahlah.. wkwkwk...
photos:

Rinjani 3726 mdpl

Pendakian Rinjani (20 - 22 Juli 2017) ini saya gabung dengan rombongan pendaki lain dengan total 8 orang yang kita baru saling kenal di Bandara Lombok. Menginap di salah satu basecamp di desa Senaru, Beskem Nursaat (087864893590/0822747916651) yang menyediakan peralatan pendakian, logistik, dan porter.  Rute yang kami lalui: Sembalun - Plawangan - Summit - Segara Anakan - Torean total 3 Hari 2 Malam. Pendakian kita tergolong santai kurang lebih:
Sembalun - Plawangan (Kamis, 09.00 - 18.00) Banyak sekali jalur landai dengan pemandangan padang rumput. Ternyata hampir 80% pendaki berasal dari luar negeri, sebentar-sebentar bertemu turis. Entah apa yang mendasari mereka ingin naik gunung :D.
Plawangan - Summit (Jumat, 03.00 - 08.00) Infonya 3 jam, ternyata jauh haha.. saya sampai puncak 5 jam, tidak dapat Sunrise tapi yasudah masih ada hutang berarti kesana hehe...
Plawangan - Segara Anakan (Jumat, 17.00 - 21.00) Sempat bingung karena "tersesat" tapi alhamdulillah sampai juga di…

Baik atau Burukkah diri

Kata orang selama perjalanan hidup kita akan menemui orang-orang datang dan pergi. Lalu pertanyaannya adalah apakah mereka datang menemui kebaikan? lalu pergi agar mereka dijauhkan dari keburukan?

Baik atau burukkah diri?


Ujian Kebahagiaan

Ya.. kata orang "people change" ia bisa berubah-ubah seiring berjalannya waktu. Tapi tidak sebanyak ini ketika kawan yang dahulu bersama-sama menjaga kesabaran pada akhirnya gugur satu persatu. Ujian hidup itu nyata. Mudah sekali membolak-balikkan ide, semangat, emosi, yang semuanya memiliki kesamaan, berawal dari keinginan. Unik memang ujian yang satu ini. Ujian kebahagiaan yang timbul karena terpenuhinya keinginan. 
Oleh kesedihan orang bisa memaksa dirinya tegar meski diluapkan dengan tangisan. Oleh kekecewaan orang bisa berlatih lapang dada hingga pada titik melakukannya. Tapi oleh kebahagiaan? Bisa apa kita kalau keinginan terpenuhi? Senang luar biasa(?). Lalu bagaimana kalau rasa senang itu tak tepat pelampiasannya? banyak yang ngomong jangan buat keputusan saat benar-benar sedih atau benar-benar senang, apa itu karena ada bagian yang dilemahkan dari diri kita? pemikiran, ide, logika, atau iman barangkali? Nah.. kalau bicara sebab, apa benar penyebab rasa senang itu b…

Memperbaiki atau Merusak?

Fenomena akhir-akhir ini dengan semakin ramainya isu Agama memunculkan pendapat-pendapat yang menurut saya perlu dicermati.
1. Pilkada Muslim - Non Muslim Isu yang lalu membesar dan ramai diperbincangkan dipicu oleh orang yang tidak sensitif dengan masalah golongan. Sudah saya tuliskan sebelumnya bahwa ada golongan yang benar-benar memperbaiki dan ada juga yang sekedar menolak.
2. Pernikahan Dini Salah satu isu yang dikaitkan dengan agama adalah ajakan untuk menikah daripada berpacaran. Contohnya ada dari anak seorang ustadz. Menariknya beberapa waktu yang lalu saya menemui artikel yang didalamnya membahas bahwa ajakan itu dinafikan dengan alasan pernikahan tidak segampang/sesederhana hanya bermodal cinta tapi harus banyak persiapan ini-itu, bagaimana merawat anak, pendidikan, dan sebagainya. Lalu alasan kenapa menikah untuk menghindari maksiat (termasuk perzinaan) dinafikan dengan perlunya pendidikan tidak dengan menyuruh menikah.
Membaca itu jadi bertanya-tanya, Kenapa harus dinafi…

Followers