Skip to main content

Kilometer Nol Indonesia

Sabang - Aceh (8 - 10 Februari 2018). "Minggu depan saya mau ke Sabang - Aceh, baru kepingin sih tapi kayaknya jadi", begitu saya memberi info ke kawan-kawan. Sedikit maksud mengajak namun optimis tidak akan ada yang tertarik.

Bosan dengan aktivitas tiap akhir pekan, kepikiran trip ke Sabang. Lalu cari informasi dari teman kantor asli Aceh. Iklan di instagram siapa tau ada yang mau ikut, meski sudah bisa ditebak sih hasilnya karena itenerary, persiapan, dan tiket hingga H-1 saja belum disiapkan jadi ya siapa yang tertarik hehe...

Tapi disitu menariknya (bagi saya), karena memang tujuannya untuk bersantai melepas kepenatan jadi kenapa harus repot? Pada akhirnya saya hanya membawa tiket, sandal jepit, dan 1 set baju ganti untuk perjalanan 3 hari itupun dipersiapkan malam hari sebelum keberangkatan. *Btw saya sempat mencuci sekali di Penginapan hehe..

HARI PERTAMA. Sampai Sabang dari Pelabuhan Balohan bisa menyewa motor untuk berkeliling pulau. Menyusuri Jalur Barat menuju Pantai Iboih sekaligus menginap disini dan sorenya ke Titik 0 Kilometer Indonesia yang hanya 17 menit waktu tempuh dari penginapan. Sepanjang perjalanan disuguhi pemandangan laut yang sangat jernih dan hutan dikanan-kiri. Tak lupa mampir ke Goa Sarang di tengah perjalanan. Oiya sinyal disini bagus jadi kemana-mana bisa memakai Maps. Hari pertama saya menginap di Iboih Inn, penginapan dengan pemandangan langsung ke laut (Recomended bagi yang ingin bersantai melihat laut). Cukup nyaman karena sudah ada kamar mandi dalam, AC, TV.

HARI KEDUA saya lanjut menyusuri Sabang ke arah Timur dengan tujuan Pantai Sumur Tiga. Namun ternyata penginapan yang saya cari dengan pemandangan bagus sudah penuh jadi saya hanya berkeliling saja ke Pantai Sumur Tiga, Benteng Jepang, dan Kota Sabang. Di kota saya sempat mencoba Kopi Aceh yang ternyata benar enak sekali! Sore hari saya putuskan menginap di dekat Pelabuhan agar esoknya bisa balik ke Aceh ikut keberangkatan pagi.

Banyak cerita disini, mulai dari pencarian penginapan, perjalanan, kopi Aceh, tidak adanya aktivitas di hari Jumat hingga selesai Sholat Jumat, waktu yang selisih 40an menit dari Jakarta, larangan berpakaian minim, larangan pacaran, Sholat Jumat yang disusul sholat Dhuhur, hingga tawaran Kopi ganja haha.. entah bercanda atau serius saya tanggapi dengan ketawa waktu itu. Rasanya terlalu panjang jika dituliskan detail masing-masing. Orangnya ramah-ramah dan baik plus kriminalitas tidak ada disini jadi aman buat kemana-mana.

HARI KETIGA saya lanjutkan perjalanan menuju Aceh. Disini saya berkunjung ke Museum Tsunami, PLTD Apung, Kapal sisa tsunami diatas rumah, Rumah Aceh, dan Masjid Baiturrahman. Jarak tempat-tempat tersebut berdekatan, total bisa ditempuh dalam waktu 3 jam saja dan tidak terlalu jauh dari Pelabuhan Ulee Lheue. Di Aceh saya banyak mendapat cerita mengenai Tsunami, mencicipi rujak aceh, dan tentunya Kopi Aceh.

Biaya:
- Bandara Iskandar Muda - Pelabuhan Ulee Lheue 100rb
- P. Ulee Lheue - P. Balohan (Sabang) 30-100rb *detail lihat foto*
- Keliling Sabang sewa motor 100rb/hari (cukup isi bensin 10ribu). Motor dijamin aman.
- Penginapan bervariasi tergantung selera
- Makan/minum lebih murah dari Jakarta
- Spot pantai, benteng Jepang, dll di Sabang tidak dikenakan karcis masuk (Goa Sarang tiket 5rb).
- Museum Tsunami tiket gratis 
- Rumah Aceh tiket -/+ 3rb
- PLTD Apung tiket gratis (sumbangan sukarela)
- Kapal diatas rumah tiket -/+ 3rb (lupa)

Catatan: Jangan lupa minta peta Sabang di Bagian informasi ketika di Pelabuhan buat gambaran perjalanan disana, gratis. Lalu untuk keliling pulau bisa pake Maps.

Dokumentasi:


Jadwal Kapal Cepat. *Kapal Biasa 30ribu dengan waktu tempuh sekitar 2 jam

Bandara Iskandar Muda


  

  Papan himbauan di Pantai Iboih

 Goa Sarang. *Entah kenapa namanya goa

 Pantai Iboih. Saking jernihnya sampai terlihat ikannya








 Kilometer Nol Indonesia

 PLTD Apung

 Kapal diatas rumah. Sisa Tsunami

Rumoh Aceh

 Masjid Baiturrahman


Comments

  1. Dari keseluruhan foto, penasaran siapa gt yg fotoin dirimu jri? pake tripod kah? hehe :D

    btw, keliling2 itu sendirian bawa motor sendirian? gak nyasar? bisaan euy.. mantaapp!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ditaruh di batu, kasur, minta tolong fotoin. Bisa pake Maps disana, aman

      Delete

Post a Comment

Followers