Skip to main content

Posts

Anak kampung di kota Metropolitan

Hidup di kota metropolitan ternyata persis dengan apa yang ane bayangkan. Macet, gedung-gedung menjulang, pemukiman padat. Barangkali memang seperti ini adanya hanya ane saja yang baru menjajaki kota ini. Rumah. Coba lihat pagar itu, rumah-rumah yang kami lewati ini tak dipinggir jalan. Kenapa mereka memilih membuat pagarnya tinggi-tinggi? Toh kalau cuma pagar tembok, maling pun gampang mau loncat masuk ke dalam. Plus desain gerbang rapat seolah benar-benar menyembunyikan rumah hanya nampak bangunan setengah keatas. Seakan mengatakan "Ini rumahku, ini areaku, masuk sini ijin dulu ya itu disana ada bel samping pintu gerbang" Macet. Lucu sekali pertama kali ane ke Jakarta diwanti-wanti sama supir taksi kalau Jakarta itu macet. "Kalau hari senin mas lewat sini, harus pagi sekali. Kalau lewat jam 6 pasti macet disini". Beberapa kali ane terjebak macet dan coba tebak berapa orang di dalam mobil-mobil itu? 1-2 penumpang. Kenapa tak motor atau angkutan umum saja...

Toraja - On The Job Travelling - part 3

Bahkan akhir OJT pun kami manfaatkan :D. Saat banyak kawan yang sudah memesan tiket pulang ke kampung halaman masing-masing, ane sengaja gak memesan sampai detik-detik terakhir OJT. Yah cuma ingin mendengar kepastian dimana penempatan kerja selanjutnya. Pilihannya kalau ditempatkan balik lagi ke Sulawesi ya berarti langsung aja pesen tiket pulang lama-lamain di kampung halaman. Jakarta.!! Alhamdulillah pengumuman menyatakan ane ditempatkan di daerah Jakarta (yah masih tujuan awal sih, bisa dipindah lagi). Ane sih pasrah-pasrah aja mau dimana saja, tapi kalau lihat reaksi kawan-kawan waktu pengumuman sepertinya ada yang begitu berharap kembali ke kampung halaman atau dimana lah harapan mereka. Ah sudahlah.. kembali ke alur.. Nah karena ternyata pulang ke Jawa maka bisa nih jalan-jalan dulu, awalnya tujuannya Maros yang ada bukit-bukit kars itu kemudian Toraja. Tapi Maros belum kesampaian, Mudah-mudahan dilain kesempatan bisa kesini. Ngobrol-ngobrol cari temen, eh ternya...

Wakatobi - On The Job Travelling - part 2

Liburan (natal) kali ini ane sempatkan jalan-jalan ke Wakatobi. Dulu kawan-kawan On the Job Travelling sudah merencanakan ke Wakatobi. Namun, satu persatu ide itu mulai luntur hingga sampai pada pemikiran "Ah gak masalah kalau kawan-kawan gak ke Wakatobi, bisa kesempatan buat solo travelling :D". Kapan lagi kan? mumpung dekat dari Kendari sekalian survey kalau-kalau kelak umur dan kesempatan ada bisa kesana lagi bersama keluarga. Atau hmm... pasangan mungkin? :D Tapi, alhamdulillah ada juga yang berencana ke Wakatobi maka singkat cerita ane ngikut temen dan total kami bertujuh berangkat ke Wakatobi. Kalau dibuat tulisan tentang keseruan jalan-jalan ke Wakatobi ane rasa bakalan panjang sekali. Dari awal perjalanan naik kapal 10 jam saja sudah banyak cerita disana, belum perjalanan maksa naik kapal kayu kecil bertujuh demi mencari masjid buat shalat Jumat, lobi-lobi buat penginapan, pencarian makan berakhir ditempat mahal, jalan-jalan susur pulau sendiri hingga nemu ...

WAKATOBI (Catper)

Catatan perjalanan Wakatobi yang kami tempuh: Day 1 (Kendari - P.Wanci) Berangkat naik kapal lewat pelabuhan Kendari. Kendari-Wanci Rp 191rb Murah meriah memang tapi waktu tempuh 10an jam itu melelahkan. Bagusnya sempat lihat lumba-lumba lompat-lompat ala film-film :D. Sampai Wanci/Wangi-wangi langsung cari mobil menuju penginapan. Tak perlu repot, di sana banyak yang menawarkan jasa transportasi. Biaya Rp 100rb . Penginapan Rp 50rb/orang/malam.  Day 2 (P.Wanci - P.Kaledupa) Dari Wanci/Wangi-wangi ke Kaledupa naik speedboat Rp 60rb (1.5 jam). Kami minta diturunkan di P.Hoga (P.Hoga dan P. Kaledupa berdekatan). Cari-cari penginapan, disini penginapan rata-rata Rp 200rb/orang/malam. Kami akalin biar murah lobi-lobi akhirnya dapat cuman Rp100rb/rumah. Yaa.. mirip-mirip jagain rumah orang ini. Kami bolak-balik P.Hoga-P.Kaledupa naik kapal kecil yang bisa disewa Rp 50-100rb PP.

Toronipa Beach - On The Job Travelling - part 1

OJT memang kata senior-senior itu singkatan dari On The Job Travelling, karena dengan waktu yang gak terlalu lama bisa sekalian jalan-jalan. Salah satunya adalah kami yang OJT di Kendari. Tak perlu waktu lama, kami langsung cari info-info tempat wisata di sekitar Kendari. Wisata di Kendari ini kebanyakan berupa wisata pantai. Ada pantai Nambo, Kendari Beach, Toronipa Beach, dan ada wisata air terjun Moramo. Setidaknya Kendari Beach, Toronipa, dan Air Terjun Moramo sudah kami kunjungi (kalau ane sendiri sih baru Toronipa) Pantai Toronipa katanya pantai yang paling bagus diantara yang lain dan ternyata memang bagus, rapi, dan bersih. Ah tak perlu banyak tulisan ini dia pantai Toronipa:

Mantra Kurukuru

Hampir dua bulan pendidikan kami berikutnya berlokasi di suatu tempat yang kami terbiasa menyebutnya Cibogo. Menarik perjalanan kali ini. Keakraban kami terbentuk lewat kebersamaan di setiap kegiatan. Pun kekompakan kami dipaksa muncul menambah keakraban kami. Suka duka kami jalani, dari mulai sante-sante, "elek-elekan", suka ria, dan sebagainya. Begitu menyenangkan. Namun... semua berubah ketika negara Api menyerang...

Kesamaptaan

Pendidikan kesamaptaan kami di Lembang, Jawa Barat. Selama kurang lebih 10 hari kami digembleng, dijemur, dididik, dijemur, guling-guling, dijemur, dimarahi, dijemur, diteriaki, dijemur, dijemur, dijemur, dst... :D Seru sekali pendidikan ini. Banyak kegiatan diluar. Outbond, pelatihan bela diri, survival, mountaineering, flying fox, jaring pendarat, navigasi, long march, hanmars, PBB, senpi, intelejen, caraka malam, dll. Hukuman? ah itu makanan sehari-hari, frekuensinya paling banyak :D. Setiap hari kegiatan dimulai dari jam 04.00 sudah harus siap dan berkumpul di lapangan yang berarti sebelumnya harus sudah mandi dan bersiap-siap. Kegiatan ditutup jam 22.00 diakhiri dengan apel malam dan itupun biasanya masih ada evaluasi dan yaah itu berarti siap-siap hukuman. Tapi seru sekali pokoknya.. ini dia:

Followers