Skip to main content

Mengukur pasangan hidup :D (Semeru bag.2)

Saat kami berada di Ranu Kumbolo dalam perjalanan pulang, kami ketemu seseorang dari Sumatra yang punya hobi naik gunung juga, beliau ini seorang pembina Pramuka di salah satu SMA disana. Kami ngobrol kesana kemari sambil duduk lesehan, menikmati bubur dan minuman hangat menghadap ranu kumbolo di pagi hari. Damai~


Salah satu obrolan yang menarik untuk dibagi, beliau sempat berkata yang intinya begini (tentu dalam bahasa khas ala sumatra beliau): 
"Ajak aja pacar naik gunung, bawa beras dan logistik sedikit aja, biar tau seperti apa dia nanti"

Apa yang ane tangkap dari kata2 beliau: Ada benarnya juga menilai calon pasangan, lewat mendaki gunung. Anggap kesulitan-kesulitan selama pendakian adalah masalah-masalah dalam kehidupan maka apa reaksi dia? apakah banyak mengeluh? mudah menyerah? atau malah pergi dari masalah? Nah!!

Eiiits, tapi... pacaran sudah pernah ane singgung dalam artikel-artikel terdahulu, yang ini jangan ditiru..

Nah itulah salah satu nilai plus mendaki gunung!
Sejak ane SMA, senior-senior sering mengatakan kalau karakter masing-masing orang akan kelihatan aslinya ketika mendaki gunung...

Bukan cuma menilai pasangan seperti diatas, namun lebih dari itu mendaki gunung memunculkan karakter asli orang-orang termasuk teman se-team-mu!



Comments

Followers