Skip to main content

Pertanyaan itu terjawab! (Semeru bag.3 )

Ada sebuah pertanyaan yang ane masih mencari jawaban yang tepat yang mudah dipahami. Pertanyaan apa itu? 
Suatu ketika ane pernah ditanya tentang pacaran, ane jawab "Wah maaf, ane menganut pacaran setelah nikah, jadi ya... ya gitu aja", jawaban ane mungkin sedikit mengusik di benak beberapa kawan-kawan yang menganut pacaran sebelum nikah. Selanjutnya mungkin karena penasaran, mereka tanya2 tentang taaruf, dll. Sampailah pada pertanyaan, "Lah terus kalau belum pacaran taunya dia jodoh/cocok dari mana?" intinya mereka berpacaran untuk memastikan jodoh...

Ane pernah menyinggung hal ini (di artikel Katanya sih buat memastikan dan Tentang Jodoh). Entah kenapa ane seakan jadi banyak kampanye anti-pacaran haha :D, biarlah selama masih bisa memberi manfaat...

Kali ini dengan jawaban yang berbeda, pengalaman semeru membantu menjawabnya. Setahun lalu ane butuh waktu 5,5 jam untuk mencapai puncak Mahameru. Kali ini 6 jam dan itu banyak sekali istirahat ditengah2nya. Kemudian ane berpikir, "Ada apa ini? kenapa tidak seperti dulu? Kenapa banyak sekali istirahat?" Dahulu dari belasan kelompok, ane bisa menjadi yang pertama mencapai mahameru, apa bedanya dengan sekarang? Bukan masalah cepat atau tidaknya, namun usaha untuk mencapainya yang berbeda dengan tahun lalu...

Ane menyadari, dahulu mahameru masih misteri. Dahulu terbayang akan sunrise di mahameru pun belum pernah. Semuanya serba misteri. Ane begitu inginnya mencapai puncak Mahameru, hingga ane benar-benar excited ketika berhasil mencapai puncak mahameru.

Sekarang, ane sudah terbayang kondisi mahameru, bagaimana kondisi puncak, dinginnya puncak, bebatuan, awan, dan lain sebagainya, masih ada semangat tapi tidak seheboh dahulu ketika mahameru masih misteri.

Inilah jawabannya!
Kembali ke permasalahan awal, bagi ane ini jawabannya!. Bukankah dengan berpacaran dan bergonta-ganti pasangan hanya akan menurunkan pandanganmu akan pasangan hidupmu kelak? 
"Ah.. tidak seromantis si A dulu", 
"Ah.. tidak sesayang si B dulu", 
"Ah.. tidak selucu si C dulu",
"Ah.. si D masih lebih perhatian"
dsb

Nah, dapat pointnya kan?
Ane kira cukuplah pasangan hidup/jodoh itu tetap menjadi misteri, yang baik mendapat yang baik, yang buruk mendapat yang buruk... :D


Comments

Followers