Skip to main content

Posts

Anonim - Surat ke Empat Puluh Tujuh

Surat kali ini dititip ke Ibu Siti penjual warung tegal langganan saya sepulang kerja. Agak malas membaca tau tidak akan beda dengan sebelumnya, satu arah. Hai Danu, tau kenapa aku menulis surat? Karena tidak tau kemana aku harus bercerita. Kata seorang alim bercerita ke Tuhan itu solusi. Iya itu betul.. kan Maha Mendengar. Tapi tetap saja seperti ingin bercerita perihal ini itu ke manusia. Kepada siapa aku bercerita masalahku, kebahagiaan, romantisme, pengalaman, keseruan, dan semua perjalanan hidup. Betul begitu kan Danu? Lihat temen-temen bisa bercerita banyak hal kepada pasangannya begitu menyenangkan. Ingin begitu tapi sayang tak boleh. Kamu tau alasannya kenapa. Lalu kemana ingin kucurahkan semua itu? Ya beginilah aku.. menulis.. Tapi kenapa suratku tertuju padamu Danu? Entahlah.. Begitu rupanya. Baiklah... siapapun yg mengirim surat ini tak mengerti. Bagaimana jadinya nanti merindu sepanjang hari.

Toraja - Makassar

17 Agustus 2018. Berkesempatan untuk ke Toraja yang kedua kalinya dengan rombongan yang berbeda. Kali ini tujuan utamanya adalah menyaksikan Ma' Nene yaitu prosesi pengangkatan Jenazah untuk dibersihkan yang sudah menjadi tradisi di daerah Toraja. Itu tadi adalah harapan, karena berbeda dengan kenyataannya hehe.. Sulit menentukan jadwal pasti Ma' Nene yang tentu harus disesuaikan dengan kesempatan libur yang ada. Kita hanya berkesempatan melihat awal dari prosesi pemakaman. Jadinya lebih banyak kita gunakan untuk berkeliling ke tempat-tempat wisata di Toraja. Itenerary singkat:

Anonim

Tiga Puluh Tujuh sudah surat dari dia saya terima dan tepat hari ini 1 Januari 2019 adalah tiga tahun lebih satu bulan sejak ia pertama kali mengirim surat. Sekali setiap bulannya dan selalu saja tertanggal satu, entah apa maksudnya. Isi surat selalu sama, kadang dia bercerita tentang kehidupan, masalah juga cara dia mengambil keputusan, kegiatan sosial yang dia lakukan, sampai pada cerita pekerjaan meski tidak pernah menyebut sebagai apa. Salah satu kalimat pada Surat ke-14 yang ia tulis hanya "Oiya aku belum cerita, untuk biaya itu semua aku dapat dari hasil apresiasi orang-orang. Gimana keren kan?". Dia sering melempar pertanyaan yang tentu tidak akan pernah bisa saya jawab. Kenapa? Karena dia tidak pernah menulis siapa dan darimana. Ya.. semua surat itu dibuat tanpa nama dan alamat jelas hanya "Teruntuk Danu" . Percayalah sudah banyak yang saya lakukan untuk mencari tau siapa dia dan darimana. Termasuk bertanya pada kurir yang selalu mendapat jawab ...

Karir

Beberapa waktu yang lalu pada tulisan "Repot Sekali" saya menulis keresahan melihat fenomena orang-orang yang terus mengumpulkan uang meski tanggungan telah usai diluar kebutuhan. Kemudian saya sempat berdiskusi dengan kawan tentang karir. Kemarin, saya lihat video tentang karir yang intinya dia mengatakan bahwa ada orang yang cukup puas dengan apa yang didapatnya sehingga ia berhenti sampai disitu lalu ada orang meletakkan garis akhir dia jauh kedepan sehingga terus berusaha untuk mencapainya.

Kerinci 3805 mdpl

Akhirnya tiba juga masanya mendaki G. Kerinci. Gunung tertinggi kedua di Indonesia setelah Puncak Jaya Papua. Alhamdulillah. Pengalaman perjalanan, ada 3 pos diawal lalu 3 shelter setelahnya. Entahlah yang mana yang dimaksud Pos disana karena tidak ada nama Pos 1, 2 maupun 3 sepanjang perjalanan. Hanya ada tempat datar yang diberi nama Bangku Panjang, Batu lumut, dan Pondok Panorama. Barangkali itu dia Pos 1, 2 dan 3. Hari Pertama menginap di Shelter 1 lalu hari kedua kita perjalanan menginap di Shelter 3 sekaligus untuk persiapan summit attack. Medan jalur dari Basecamp - Shelter 1 panjang dan banyak landainya. Menuju Shelter 2 mulai terjal, menuju ke Shelter 3 lebih terjal lagi dan lebih butuh usaha extra. Summit attack dari shelter 3 tidak begitu jauh hanya sekitar 2,5 jam dengan medan jalur berbatu kerikil. Kerikil menuju puncak di Kerinci lebih bisa dipijak dan gak bikin merosot seperti di Semeru atau Rinjani.  Btw di daerah basecamp (Kayu Aro) ...

Suka-suka Allah

Banyak sekali event kehidupan yang selalu berganti dan selalu ada. Pernah tidak membayangkan sebenarnya apa tujuan Allah memberi itu semua? kenapa tidak lempeng-lempeng aja lalu meninggal? Beberapa waktu lalu mendengar khutbah Jumat sang Khatib berkata intinya perihal jabatan, rizki, keturunan, harta, diberikan pada manusia atas kehendakNya, Tapi nikmat iman hanya diberikan pada hamba yang Dia sayangi. Beda ya? suka-suka Allah menjadikan kita beratribut apa saja di dunia tapi hanya yang beriman dan bertakwa yang Allah sayangi. Ada yang dikasih jabatan tinggi di dunia, dibuat terkenal, harta melimpah, lalu katanya, "Ini usaha saya". Ada juga yang saling berebut, saling menjatuhkan untuk mendapat dunia karena merasa memilik hak. Saling menguasai dan seterusnya. Kalau tidak diberi ia bingung, kecewa, menyalahkan, intinya dia berhak mendapatkan. Padahal ya suka-suka Allah yang ngasih, tapi sampai segitunya. Ada yang tujuannya tidak penting tapi diributkan seakan penting m...

Bermain cat air

Bermula dari kebosanan rutinitas weekend melihat lukisan cat air di instagram, berhasil membuat saya tertarik mencoba. Bagi saya, satu cara untuk tahu apa hanya keinginan sementara atau memang tertarik adalah dengan membiarkannya lama mengendap. Jika mampu bertahan lama atau bahkan sangat lama maka pantas dipertahankan  berarti memang tertarik. Ya intinya setelah sekian lama, saya masih suka. Beli cat air dan kertas khusus yang ketika si mbak penjual nanya dan menjelaskan panjang lebar saya cuma bisa berpura-pura paham dan menyambung tanya agar bisa terus mendengar ia bicara (nggak deng) . Mengangguk sajalah, selesai syarat mendengarkan hehe...  Salah beli. Namanya tak paham, sesampainya di kos ternyata salah beli. Jenis cat air yang bakal sulit untuk mereka warna. Tapi sudah dibeli, kecewa tak mengubah apapun. Mencari cara lewat Youtube, lalu mencoba... belajar:

Sembilan Tahun

Tulisan ini didedikasikan untuk pertemuan saya dengan murottal favorit setelah sembilan tahun pencarian dan meski sebenarnya sudah putus asa. Ini tidak penting sih hanya ingin menulis saja. Dahulu kelas 2 SMA saya pernah mendengar bacaan murottal Mishary dari seorang kawan. Langsung suka dan langsung saya copy ke HP biar kemana-mana bisa dengar. Seiring dengan itu, banyak video youtube bacaan mishary yang saya download. Jamannya ngenet di warnet, biasanya sambil baca komik One Piece atau Naruto sambil menunggu selesai download.

Bosan

Semakin kesini semakin banyak berita yang cukup menggangu. Korupsi, penistaan, penganiayaan ulama, fitnah, pembelaan LGBT, fenomena pelakor, kenakalan remaja, dan sebagainya. Lalu perilaku-perilaku berebut dunia, tahta, perihal harga diri, kepantasan, iri, dengki, penghinaan, balas dendam, dan lainnya.  Kenapa tidak selesai-selesai ya? ketika ada nasihat ada saja yang melawan, keduanya menyampaikan argumen-argumen yang benar atau terkesan benar. Tak akan pernah berakhir jika memang bukan kebenaran yang dicari. Meninggikan ego.

Kilometer Nol Indonesia

Sabang - Aceh (8 - 10 Februari 2018). "Minggu depan saya mau ke Sabang - Aceh, baru kepingin sih tapi kayaknya jadi", begitu saya memberi info ke kawan-kawan. Sedikit maksud mengajak namun optimis tidak akan ada yang tertarik. Bosan dengan aktivitas tiap akhir pekan, kepikiran trip ke Sabang. Lalu cari informasi dari teman kantor asli Aceh. Iklan di instagram siapa tau ada yang mau ikut, meski sudah bisa ditebak sih hasilnya karena itenerary, persiapan, dan tiket hingga H-1 saja belum disiapkan jadi ya siapa yang tertarik hehe... Tapi disitu menariknya (bagi saya), karena memang tujuannya untuk bersantai melepas kepenatan jadi kenapa harus repot? Pada akhirnya saya hanya membawa tiket, sandal jepit, dan 1 set baju ganti untuk perjalanan 3 hari itupun dipersiapkan malam hari sebelum keberangkatan. *Btw saya sempat mencuci sekali di Penginapan hehe.. HARI PERTAMA. Sampai Sabang dari Pelabuhan Balohan bisa menyewa motor untuk berkeliling pulau. Menyusuri Jalur Barat...

Repot sekali

Bekerja di lingkungan yang bersentuhan dengan proyek sering bertemu orang-orang hebat. Antusiasme mengejar keuntungan mereka begitu tinggi. Semakin terbiasa dengan obrolan mengejar keuntungan itu menjadikan saya berpikir sebenarnya buat apa uang itu nantinya? Seseorang yang barangkali tanggungan menyekolahkan anak sudah selesai sebab telah bekerja semua misalnya. Lalu buat apa ya kira-kira uang itu? Bagi yang bergerak dibidang sosial atau punya misi ingin membuka lapangan pekerjaan atau menjadi jalan rezeki orang lain saya kira lebih mulia juga berpotensi amal jariyah. Tapi bagaimana dengan yang hanya mengumpulkan uang saja lalu membuat dirinya tampil mewah dengan segala harta bendanya? Tanggungan tidak ada tapi masih mengisi masa tua dengan terus mengejar uang dengan segala usaha kerasnya. Kalau sudah terkumpul banyak lalu buat apa?  Sepertinya repot sekali ya. Apa tidak lebih baik mengisi masa tua dengan mencukupkan diri karena tanggungan telah selesai? Kalaupun masih se...

Ha Long Bay - Vietnam

28 Oktober - 2 November 2017 berkesempatan berkunjung ke Vietnam. Tempat yang menjadi tujuan perjalanan adalah Ho Chi Minh dan Ha Long Bay. Sedikit berbeda dengan perjalaan yang sudah-sudah, entah kenapa serasa tidak terlalu istimewa perjalanan kali ini. Tidak seantusias ketika pertama kali turun pesawat menginjakkan kaki di Flores lalu malamnya berjalan kaki lumayan jauh dari penginapan dengan kondisi gelap gulita karena tak ada penerangan, itupun tak tau seberapa jauh tempat yang dituju juga tak tau kemana arah bermodal tanya, hanya untuk berburu makanan di pinggir pantai.  Yaa.. mungkin suatu saat bisa diulangi lagi versi serunya :)

Taman Wisata Alam Papandayan

21-22 Oktober 2017 . Papandayan banyak sekali yang berubah dari tahun lalu. Sekarang  sudah dikelola pihak swasta menjadi Taman Wisata Alam Papandayan. Ada gerbang besar menyambut untuk tiketing yang taun lalu cuma Rp7.500 sekarang menjadi Rp60.000. Jalan yang dahulu masih tanah berdebu sekarang diaspal, ada kolam renang, ada bangunan tinggi, ada tempat parkir luas dan ada kamar mandi di sepanjang perjalanan dan di setiap camp. Hanya opini saya saja, bagaimana kalau dipisah tiketingnya? Bagi pendaki mungkin tidak begitu peduli mau ada kolam renang atau gak karena hanya ingin naik Papandayan. Harga Rp 60.000 itu paling mahal setelah Gede Pangrango (ini juga kapok naik lagi, banyak "permainan duit" untuk administrasi, setidaknya dulu waktu saya naik). Lalu ada kamar mandi hampir disetiap perjalanan dan di camp? Gimana ya.. masa pagi-pagi subuh mau ambil air eh pada antre mandi di kamar mandi? Bisa sih dicari-cari alasannya misal pengunjungnya banyak lalu biar tetap...

Kikuk

"Hai.., boleh tanya?" ah terlalu biasa.  "Hai.. gimana kabarnya? lagi sibukkah ?" Hmm.. okesih.. tapi setelah itu tanya apalagi ya? Tanya tentang A sudah tau, tentang B sudah tau, tentang C juga sudah tau. Apa dicoba saja sekadar basa-basi? Ah tapi nanti terlihat pura-pura. Ya.. begitulah tiga minggu berlalu Danu masih saja mencari cara membuka obrolan. Nasib seorang yang tak pernah mencoba mendekati wanita ya seperti itu, tak tau cara harus bagaimana. Lucunya dia bahkan sampai bertanya pada teman-temannya, lihat di mesin pencari, dan hal-hal lain yang tak biasa bagi pemuda seumuran dia. Bukan hal asing kok berkomunikasi dengan wanita pada umumnya, kalimat seperti "Oi.. dimana?" atau "posisi posisi.. monitor" dan semacamnya biasa terdengar kepada rekan kerjanya atau kawan-kawannya. Entahlah Danu ini sedang kenapa sebenarnya. "Hai... Saya Danu, salam kenal" Hahaha... Luar biasa memang. Akhirnya setelah semua usaha yang ia l...

Romantisme Pacaran

Perkara cinta itu memang ngeri. Bagi orang yang mengalami, ujiannya pada keputusan apa yang akan diambil apakah rasa takut kehilangan membuatnya tak bersabar lalu berpacaran. Atau mungkin bagi yang bisa menahan tak berpacaran, ujiannya pada bentuk pergaulan yang tanpa deklarasi pacaran pun ternyata sama juga aktivitasnya dengan pacaran. Terlihat indah memang romantisme orang pacaran. Dan ini nih yang kepikiran dari dulu, barangkali bagi orang yang berusaha menjaga sampai halal tidak akan pernah merasakan romantisme serupa. Tidak akan pernah merasakan bagaimana mempertahankan seseorang, bagaimana rasanya usaha untuk mendekati orang yang disuka, perihal menanya kabar, saling peduli, antar-jemput, dsb yang semuanya selalu berusaha ditampilkan sebaik mungkin. Bagaimana mau meniru, setelah menikah kemungkinan (*mungkin, karena saya belum merasakan :D) sudah hilang atau minimal berkurang rasa takut kehilangan. Bagi orang yang berpacaran mereka memiliki saingan banyak maka ada sema...

Resolusi 2017

Alhamdulillah akhirnya selesai juga resolusi 2017. Tahun 2016 berakhir seperti tahun-tahun sebelumnya banyak yang menuliskan tentang resolusi di media sosial, lalu terpikir kayaknya bakal asik nih kalau ikutan seperti mereka, membuat suatu target yang berbatas waktu. Yaaa.. itung-itung mengisi waktu daripada bosan dengan rutinitas yang sama, lalu buatlah Resolusi 2017 yaitu jalan-jalan ke Rinjani dan Wae Rebo yang sama sekali belum terpikirkan kapan dan bagaimana kesananya. Lalu kemudian baru berjalan setengah tahun Alhamdulillah sudah terpenuhi. Sebenernya salah satu tujuan itu saya pingin simpan nanti kalau sudah ada gandengan *oops*, tapi kayaknya gak pasti kapan jadi yasudahlah.. wkwkwk... photos:

Rinjani 3726 mdpl

Pendakian Rinjani (20 - 22 Juli 2017) ini saya gabung dengan rombongan pendaki lain dengan total 8 orang yang kita baru saling kenal di Bandara Lombok. Menginap di salah satu basecamp di desa Senaru, Beskem Nursaat (087864893590/0822747916651) yang menyediakan peralatan pendakian, logistik, dan porter.  Rute yang kami lalui: Sembalun - Plawangan - Summit - Segara Anakan - Torean total 3 Hari 2 Malam. Pendakian kita tergolong santai kurang lebih: Sembalun - Plawangan (Kamis, 09.00 - 18.00) Banyak sekali jalur landai dengan pemandangan padang rumput. Ternyata hampir 80% pendaki berasal dari luar negeri, sebentar-sebentar bertemu turis. Entah apa yang mendasari mereka ingin naik gunung :D. Plawangan - Summit (Jumat, 03.00 - 08.00) Infonya 3 jam, ternyata jauh haha.. saya sampai puncak 5 jam, tidak dapat Sunrise tapi yasudah masih ada hutang berarti kesana hehe... Plawangan - Segara Anakan (Jumat, 17.00 - 21.00) Sempat bingung karena "tersesat...

Ujian Kebahagiaan

Ya.. kata orang "people change" ia bisa berubah-ubah seiring berjalannya waktu. Tapi tidak sebanyak ini ketika kawan yang dahulu bersama-sama menjaga kesabaran pada akhirnya gugur satu persatu. Ujian hidup itu nyata. Mudah sekali membolak-balikkan ide, semangat, emosi, yang semuanya memiliki kesamaan, berawal dari keinginan. Unik memang ujian yang satu ini. Ujian kebahagiaan yang timbul karena terpenuhinya keinginan.  Oleh kesedihan orang bisa memaksa dirinya tegar meski diluapkan dengan tangisan. Oleh kekecewaan orang bisa berlatih lapang dada hingga pada titik melakukannya. Tapi oleh kebahagiaan? Bisa apa kita kalau keinginan terpenuhi? Senang luar biasa(?). Lalu bagaimana kalau rasa senang itu tak tepat pelampiasannya? banyak yang ngomong jangan buat keputusan saat benar-benar sedih atau benar-benar senang, apa itu karena ada bagian yang dilemahkan dari diri kita? pemikiran, ide, logika, atau iman barangkali? Nah.. kalau bicara sebab, apa benar penyebab rasa senang ...

Memperbaiki atau Merusak?

Fenomena akhir-akhir ini dengan semakin ramainya isu Agama memunculkan pendapat-pendapat yang menurut saya perlu dicermati. 1. Pilkada Muslim - Non Muslim Isu yang lalu membesar dan ramai diperbincangkan dipicu oleh orang yang tidak sensitif dengan masalah golongan. Sudah saya tuliskan sebelumnya bahwa ada golongan yang benar-benar memperbaiki dan ada juga yang sekedar menolak. 2. Pernikahan Dini Salah satu isu yang dikaitkan dengan agama adalah ajakan untuk menikah daripada berpacaran. Contohnya ada dari anak seorang ustadz. Menariknya beberapa waktu yang lalu saya menemui artikel yang didalamnya membahas bahwa ajakan itu dinafikan dengan alasan pernikahan tidak segampang/sesederhana hanya bermodal cinta tapi harus banyak persiapan ini-itu, bagaimana merawat anak, pendidikan, dan sebagainya. Lalu alasan kenapa menikah untuk menghindari maksiat (termasuk perzinaan) dinafikan dengan perlunya pendidikan tidak dengan menyuruh menikah. Membaca itu jadi bertanya-tanya, Kena...

Followers